Tangkuban Perahu
Sumber Gambar: Suara.com

Tangkuban Perahu Bandung Wisata Melegenda

Tangkuban Perahu? Siapa sih yang tidak tau dengan tempat ini, dengan kisah legendanya? Tentu, bagi anda yang ingin berlibur ke Bandung terutama di area Lembang, maka jadikan tempat ini masuk ke daftar destinasi yang wajib anda kunjungi. Katanya nggak lengkap kalau tidak mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu saat melanjong ke Bandung.

Di balik cantiknya gunung ini dengan pesona pemandangan yang di tawarkan. Terdapat kisah Sangkuriang yang melegenda hingga dijadikan maskot dari pariwisata Bandung Barat.

Selanjutnya untuk sampai ke lokasi gunung ini anda perlu menempuh sekitar 20 Km dari pusat kota Bandung, ketinggiannya mencapai sekitar 2084 di atas permukaan laut. Jadi tidak heran jika suhu saat berada disana 17 derajat celcius untuk siang harinya sedangkan malam hari 2 derajat celcius.

Selain itu juga, tempat wisata satu ini mempunayi daya tarik sendiri yang membuat banyak pengunjung ialah bentuk gunungnya yang seperti perahu terbalik serta memiliki pemandang yang indah di kawahnya di tambah udara sejuk.

Saat di sana anda akan disuguhkan keindahan kawah Gunung Tangkuban Perahu yang sudah terkenal yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas yang menawan.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sampai saat ini gunung ini masih berstatus gunung berapi yang aktif yang statusnya di awasi oleh Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia. Serta beberapa kawah yang ada disana juga masih memberikan sinyal-sinyal gunung aktif dengan munculnya gas beleang serta sumber air api yang berada di kaki gunung.

Baca Juga : Wisata Lembang Bandung yang Sangat Wajib Anda Kunjungi !

Menurut sejarah geologi Gunung Tangkuban Parahu ialah sisa dari Gunung Purba di Indonesia. Para ahli geologi kawasan dataran tinggi di permukaan tinggi Bandung memiliki ketinggian kurang lebih 109 meter dari permukaan laut yang merupakan sisa dari sebuah danau besar yang terbentuk akibat dari pembendungan sungai Citarum, sehingga bila dikaitkan dengan legenda masyarakat Gunung Ini berkaitan dengan peristiwa saat itu.

Gunung api ini terbentuk dari letusan Gunung Sunda yang memulai letusan pertamanya pada tahun 1829 dan berakhir meletus pada tahun 1920. Catatan letusannya:

• Tahun 1829: erupsi abu dan batu dari kawah ratu dan kawah domas
• Tahun 1846: terjadi lagi erupsi dengan peningkatan kegiatan kawah
• Tahun 1896: tebentu fumarol baru di sebelah utar kawah badak
• Tahun 1900: terjadi erupsi uap dari akwah ratu
• Tahun 1910: Kolam asap membumbung setinggi 2 Km di atas dinding kawah, erupsi berasal dari Kawah Ratu hal ini
• Tahun 1926: Erupsi freatik di Kawah Ratu membentuk lubang ecoma
• Tahun 1935: Lapangan fumarol baru disebut Badak terjadi 150n meter kearah selatan baratdaya dari Kawah Ratu
• Tahun 1952: Erupsi abu didahului oleh erupsi hidrothermal (freatik)
• Tahun 1957: Erupsi freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah yang baru
• Tahun 1061-1965: erupsi freatik
• Tahun 1969: erupsi freatik didahului oleh erupsi lemah menghasilkan abu
• Tahun 1971: erupsi freatik
• Tahun 1983: Awan abu membumbung setinggi 159 meter di atas kawah Ratu
• Tahub 1992: Peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dengan erupsi freatik kecil
• Tahun 1994: erupsi freatik kawah baru

4 Kawah Gunung Tangkuban Perahu

1. Kawah Ratu

Kawah ini menurut banyak wisatawan yang datang merupakan kawah yang paling cantik dan luas dengan ukuran dari kawah mencapai 8.000 meter persegi. Awal masuknya di pelataran parkir anda akan menemukan prasasti dan dari kejauhan sudah bisa menikmati panorama kawah ratu. Memang untuk turun ke kawah ini sangat mudah tapi perlu diingatkan ya bahwa pengunjung tidak dibolehkan mendekat kawasan. Sebab ada gas beracun di sekitaran kawah yang berbahaya pastinya. Jadi tetapi gunakan masker ya saat berkunjung.

2. Kawah Upas

Pemandangan yang di suguhkan kawah ini berupa keeksotisan lembah dan pohon kayu yang mati. Saat melewati kawasan ini akan ada hamparan perkebunan teh yang memukau. Jadi anda bisa sambil bersua foto di area tersebut. Selain itu juga ada jasa menunggang kuda yang di jamin aman dan membuat perjalanan anda nyaman.

3. Kawah Domas

Kawah ini tak cukup banyak pengunjung karena mungkin papan namanya yang terlalu kecil serta tal semarik kawah ratu padahal jarak kawah domas dan ratu tak jauh. Tapi kawah domas punya sumber air panas yang bermanfaat menyembuhkan penyakit kulit. Selain itu karena sumber air panas yang ada tersebut ternyata bisa merebus telur langsung di bawah kawah.

Daya tarik lainnya dari kawah ini adalah longsoran tebing di sekitar pinggiran kawah yang memiliki warna putih. Namun, ada beberapa bagian dari rongga kawah yang memang memiliki tampilan warna kuning. Pada waktu tertentu, bagian rongga itu mengeluarkan asap belerang yang cukup pekat. Sebabnya kawasan ini masih sering memberikan peringatan untuk tidak terlau dekat.

Jam Operasional, Harga Tiket, dan Rute Jalan

Untuk jam bukanya mulai pukul 07.00 – 17:00 WIB serta dengan harga tiket masuk ke kawasan wisata alam Tangkuban Perahu ini dikenakan tarif yang mana berdasarkan hari dan asal anda.

Bagi para wisatawan domestik/Indonesia yang ingin masuk ke wilayah Gunung Tangkuban Perahu akan dikenakan biaya Rp. 20.000 (hari biasa) dan Rp. 30.000 (hari libur).

Sedangkan pengunjung wisatawan asing yang ingi masuk ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu dikenakan biaya Rp 200.000 (hari biasa) dan Rp. 30.000 (hari libur).

Sementara tiket masuk sepeda kisaran Rp 7.000, sepeda Motor Rp. 12.000, Mobil Rp. 25.000 dan Bus Rp. 110.000. Juga sobat pesonanusantaraku.com ingatnya harga di atas dapat berubah sewaktu-waktuya.

Selanjutnya disini rute dari kota Bandung saja ya yakni dari arah jalan Setiabudhi -> Jl. Raya Lembang -> Jl. Tangkuban Parahu -> Gerbang Atas -> Tangkuban Perahu.

Kisah Legenda di Balik Wisata Takuban perahu

Sekilas kisah legendanya ya sobat pesonanusantaraku.com tentang Gunung Tangkuban Perahu yang berkaitan dengan kisah legenda Sangkuriang yang jatuh cinta kepada Dayang Sumbi, ibunya sendiri. Ketika Sangkuriang ingin menikahi ibunya sendiri, Dayang Sumbi mengajukan syarat yang mengharuskannya untuk membangun perahu dan telaga dalam satu malam.

Namun ternyata usahanya gagal, sehingga ia menendang perahu tersebut. Nah, pada posisi perahu yang terbalik saat ditendang ini konon membentuk Gunung Tangkuban Perahu tersebut.

Tips Saat Berkunjung ke takuban Perahu

• Memakai baju hangat sebab udaranya yang dingin
• Selalu pakai masker dan gunakan alas kaki yang nyaman.
• Sobat pesonanusantaraku.com menyarankan jangan datang saat musim hujan sebab arus anginnya akan kencang
• Datanglah sedini hari mungkin agar bisa puas berkeliling
• Jangan lupa patuhi protokol kesehatan walaupun wisata di Bandung telah menerapkan standar prokol kesehatan bagi pengunjungnnya.

Semoga ulasan artikel di atas bermanfaat bagi semua sobat setia pesonanusantaraku.com.

 

Tentang Serli Munawaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *