Taman Nasional Lorentz
Sumber Foto: IG @bhillionel

Taman Wisata Lorentz Papua, Wajib Disambangi!

Halo sobat Pesonanusantaraku, kali ini kita beralih ke Papau yang ternyata menyimpan sejuta pesona daya tarik wisata tepatnya di Taman Nasional Lorentz. Luas areanya mencapai 2,4 hektar.

Saking luasnya kawasan ini masuk ke dalam 10 Kabupaten yang ada di Papua. Tidak sampai di sana saja sebagai kawasan konservasi dengan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara yang di ibaratkan rumah besar bagi beragam spesies hewan dan tumbuhan. Termasuklah hewan khas papua yakni Burung Cenderawasih.

Jadi wajar saja jika Taman Nasional Lorentz ini banyak di kenal hingga ke kanca mancanegara. Tidak sedikit turis asing yang relah jauh-jauh untuk berkunjung ke taman ini.

Lalu apa saja sih sebetulnya yang menjadi daya pikat taman ini hingga sebegitu populernya? Yuk mari simak ulasan secara detail di bawah ini sobat Pesonanusantaraku.

Sejarah Taman Nasional Lorentz

Pengambilan nama dari taman nasional ini sendiri ialah berasal dari orang Belanda yang bernama H. A. Lorentz. Tepat pada masa kolonial Belanda, demi sebuah rasa kebanggaan Nasionalisme, Belanda bertekad untuk dapat menaklukkan wilayah pegunungan bersalju di daerah tropis Papua hingga untuk yang pertama kalinya orang Belanda yang bisa menaklukkannya.

Pada tahun 1907 ekspedisi pertama di lakukan yang di pimpin oleh H. A. Lorentz. Bahkan misinya di dampingi satu detasemen militer yang tanggu yang tujuannya untuk melindungi para anggota tim yang terlibat dari serangan orang Papua.

Barulah pada tahun 1919, pemerintahan Hindia Belanda menresmikan Taman Nasional Lorentz ini dengan di tandai di bangunnya Monumen Alam Lorentz. Lanjut tepat di tahun 1978 pemerintahan Indonesia menobatkan taman ini sebagai salah satu cagar alam.

Kemudian pada tahun 1999, Negara Indonesia mengajukan Taman ini sebagai salah satu World Heritage Site. Dan secara resmi di akui sebagai ASEAN Heritage Parks sesuai dari hasil deklarasi negara-negara di ASEAN tepat di tahun 2003.

Lokasi dan Rute Menuju Taman Nasional Lorentz

Yang sudah sobat jelaskan di atas bahwa taman nasional ini melingkupi 10 Kabupaten yang ada di Provinsi Papua.

Diantarnya ada Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Punjak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Ndua serta Kabupaten Asmat.

Memang jika ingin menghabiskan liburan ke tanah Papua anda harus merogohkan kocek yang cukup banyak. Sejauh ini pun anda bisa menempuh perjalanan dengan jalur udara saja agar lebih mengefesiensi waktu.

Terdapat tiga maskapai yang membuka penerbangan ke Papau seperti Lion Air, Wings Air serta Batik Air. Kisaran harga tiket one way ialah antara 3 sampai dengan 4 jutaan.

Saran sobat ada baiknya berlibur ke Taman Nasional Lorentz sekitar bulan Agustus antara Desember. Sebab ada beberap festival yang biasanya di gelar kisaran bulan tersebut seperti festival Lembah Baliem yang ada di tiap bulan Agustus. Disana anda akan lebih mengenali kultur suku-suku asli Papau, dengan maksud sambil belajar.

Kemudian pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menggunakan penerbangan perintis dari kora Timika ke bagian Utara. Lanjut lagi dengan menaiki kapal lau yang mengarah ke bagian Selatan melalui Pelabuhan Sawa Erma dan melewati jalan setapak.

Sampailah anda di kota Wamewa bagian Selatan kawasan, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraa mobil sampai ke Danau Habema. Terkahir kita berjalan kaki menuju Puncak Trikora.

Baca Juga: Pesona Keindahan Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara!

Jam Operasional Taman Nasional Lorentz

Taman nasional ini sebenarnya tidak memiliki batasan waktu untuk berkujung namun anda dapat datang sekitar pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIT waktu setempat. Sobat menyarankan ada baiknya datang di pagi hari agar merasakan kesejukan alam dan sungguhan pemandangan indah.

Daya Tarik Taman Nasional Lorentz

  1. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO
sumber foto: fanorama keindahan

Sekitar pada tahun 1999 taman nasional ini dinyatakan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Ini adalah sebuah kebanggan bagi Indonesia yang di pandang sampai ke Internasional.

  1. Danau Habema dan Sungai Lembah Baliem
Taman Nasional Lorentz
sumber foto: IG @asrialdilaputri
sumber foto: IG @khoirul_yunus

Ini salah satu tempat yang dapat memanjakan dan sekaligus membius para pengunjung dengan keindahan danaunya. Danau Habema sendiri ialah danau tertinggi yang ada di Negara Indonesia.

Luasnya kira-kira 224,35 Ha dan memiliki kelinggi sampai 9,79 Kilometer. Konon danau ini di keramatkan oleh suku asli area setempat yakni suku Dani.

Kemudian terdapat juga sungai yang tidak bermuara yakni Sungai Lembah Baliem. Ujung sungainya seakan menghilang ke dalam bumi yang membuatnya tanpa muara dan lokasinya ada di Lembah Baliem.

  1. Gunung Trikora

Selanjutnya tidak jauh dari Danau Habema ada gunung yang syaat akan sebuah nilai-nilai sejarah yakni Gunung Trikora. Dari namanya cukup unik ya sobat atau kebanyakn orang mengenalnya dengan sebutan Puncak Wiherlmina.

Ternyata ini salah satu dari deretan gunung tertinggi lho yang ada di Indonesia. Tentu kehadiran Gunung Trikora ini menambah penyempurnaan dari eksotisnya Taman Nasional Lorentz.

  1. Puncak Carstensz dan Punjak Jaya
Taman Nasional Lorentz
sumber foto: IG @asrialdilaputri

Sobat Pesonanusantaraku kami pastikan jika berkunjung ke taman nasional ini bakal kewalahan sendiri untuk mengeksplore semua tempat yang masing-masing punya daya tarik sendiri.

Apalagi sudah jauh-jauh kesini tidak mampir ke puncak Carstensz atau dengan nama lain  Puncak Carstensz Pyramid serta Puncak Jaya yang menjadi salah satu dari jejeran puncak tertinggi di Indonesia pada tujuh benua.

Tidak salah dong jika Puncak Carstensz sendiri menjadi puncak tertinggi sebab memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter. Dan telah banyak pendaki dunia berkunjung kesini serta juga sebagai puncak yang paling banyak peminatnya di Taman Nasional Lorentz.

Nah masing-masing puncak ini punya keunikannya sendiri jika kita lihat secara seksama, dimana sewaktu belajar di SD atau SMP kita sering sekali melihat foto gunung salju yang ada di Papua.

Dan ternyata itu adalah Puncak Jaya yang mempunyai daya tarik berupa salju abadi yang menyelimuti puncaknya. Sedangkan Puncak Carstensz sendiri di dominasikan tebing batu yang tinggi.

Jika para pendaki profesiional mampu menaklukan kedua puncak ini maka itu adalah sebuah prestise yang luar biasa. Jadi tidak perlu ke luar negeri ya sobat untuk melihat salju. Cukup datangi Taman Nasional Lorentz.

  1. Terdapat Flora dan Fauna Langka
Taman Nasional Lorentz
Pakis Purba (IG @ahmad.taufiiik)
Cenderawasih Elok (IG @btn_lorentz)

Sebagai kawasan konservasi tetntu ada banyak sekali jenis flora dan fauna yang di lindungi yang mendiami hutan nasional ini.

Dari pendataan fauna yang sudah teridentifikasi  di hutan ini ialah spesies burung yang jumlahnya mencapai 630 dan mamalia berjumlah sekitar 123.

Sedangkan yang menajdi ikon dan cuma ada di tanah Papua saja ialah Burung Cendrawasih dan Kanguru pohon khias berwarna coklat dan pernah menjadi maskot perhelatan PON tahun 2020 di Papua.

Selanjutnya beralih ke flora yang telah teridentifikasi berjumlah pada kisaran 1500 jenis tumbuhan. Yang di dominasikan tumbuhan bakau dan nipah.

Sementara  itu juga ada ekosistem yang lengkap turut mendiami taman nasional ini. Dimana di temukan hutan rawa air tawar, padang rumpuh, hutan sagu, hutan tepi sungai, hutan pengunungan, hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi, hutan rawa air payau, hutan pantai, pesisir hingga pengunungan salju abadi.

  1. Rumah Bagi 7 Suku
Taman Nasional Lorentz
sumber foto: IG @fotokitaid

Alasan lain taman nasional ini masuk ke warisan dunia oleh UNESCO adalah pada sisi budaya yang dimiliki objek wisata ini. Dimana pada taman nasional ini telah di tempatkan dan sekaligus menjadi rumah bagi 7 suku lokal yang ada.

Bahkan budaya serta tradisi yang ada di suku tersebut telah ada sejak 30.000 tahun yang lalu. Sehingga di tetapkannya sebagai situs warisan dunia yang nantinya bertujuan untuk melestarikan alam dan juga budaya lokalnya.

Ada sekitar sembilan kelompok suku pendalaman yang tinggal di taman ini dan sudah diindentifikasi seperti Suku Nduga, Suku Dani Barat/Lani, Suku Asmat, Suku Somahai, Suku Moni/Dem, Suku Amungme/Damal, Suku Sempan serta Suku Komoro.

Jadi pengunjung yang berwisata ke Taman Nasional Lorentz tidak akan merasakan rugi sendikit pun, sebab bukan sekedar kunjungan wisata biasanya. Ada yang tahu mengapa bisa begitu?

Karena ini adalah lokasi yang bertaraf Internasional yang telah menjadi wisata alam serta di baluti nilai budaya yang khas dan sejarah yang patut kita lestarikan.

Fasilitas Taman Nasional Lorentz

Lokasinya yang luas membuat taman nasional ini belum tersedia fasilitas penunjang seperti pada umunya tempat wisata.

Sebab itu sobat menyarankan untuk mempersiapkan peralatan maupun kebutuhan yang sekiranya akan dipergunakan di sana secara lengkap.

Untuk tempat istirahat sendiri di taman nasional Lorentz ini terdapat di beberapa tempat teduh yakni gua, lembah, dan sebagainya. Serta anda juga bisa mendirikan tenda kemah sendiri.

Tips Berwisata ke Taman Nasional Lorentz

  • Siapkan Budget yang cukup kalau bisa lebih agar anda tidak perlu khawatir lagi.
  • Bawa lah perlengkapan yang sekiranya di butuhkan saat berwisata secara rinci.
  • Bawaklah barang seperlu, yang utama makanan dan obatan.
  • Lakukan konfirmasi terlebih dahulu juga ya sobat kepada pihak Taman Nasional ini.
  • Sewa jasa tour guide untuk mempermudah perjalanan anda dan jangan lupa tetap menjaga kebersihan jangan sampai anda berwisata tapi malah merusak alam sekitarnya.
  • Terakhir hormat lah setiap adat istiadat yang berlaku di sana.

 

Bagimana sobat Pesonanusantaraku sampai disini sudah cukup jelaskan terkait keindahan serta aktivitas apa yang nantinya dapat dilakukan anda saat sedang berlibur ke Taman Nasional Lorentz.

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya sobat dan jangan lupa juga untuk membagikan pengalaman anda jika sudah pernah berwisata ke sini agar dapat di nikmati oleh orang lain juga. Tepatnya di kolam komentar di bawah ini ya sobat.

Tentang Serli Munawaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *